Rabu, 22 November 2017

Namira, Masjid dengan Nuansa Khas Masjidil Haram yang Membuat Hati Terkagum-kagum

Masjid Namira Lamongan / Pic by Kompas
Masjid Namira Lamongan - Nama Masjid Namira mungkin akhir-akhir ini sering kita dengar dan kita liat di berbagai media sosial. Majid Namira ini terletak di  Jalan Raya Mantuup, Lamongan Km 5 atau tepatnya di desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, Lamongan. 

Masjid Namira memiliki design khas yang berbeda dengan masjid yang lain. Dinding masjid yang sebagian besar dikelilingi dengan kaca . Masjid ini juga memiliki ruangan yang sangat lebar karena tidak ada tiang penyangga di tengah. Tak hanya itu, terdapat sebah kiswah berukuran besar yang sengaja didatangkan dari masjidil haram. Kiswah tersebut berdiri kokoh dilindungi kaca di bagian depan mihrab imam. Terdapat pula kiswah-kiswah berukuran kecil yang dipajang di sekeliling area masjid, menambah ketakjuban. 
 
Kiswah Masjid Namira Lamongan
Menariknya lagi, masyarakat dan jamaah juga bisa mencium wewangian khas Tanah Suci Mekkah. Lalu masjid ini juga memiliki karpet empuk yang membuat kita seakan berada di Roudhoh Madinah atau rumah Rasulullah SAW. 

Tidak hanya arsitektur bangunan masjid saja yang disamakan, tata letak tempat wudhu juga dibangun dengan nuansa khas Masjidil Haram dan Madina. Masjid Namira pun sengaja dibangun seperti di Arab Saudi masyarakat yang belum berkesempatan datang ke tanah suci atau rindu dengan suasana Masjidil Haram bisa merasakan nuansa itu di masjid ini. 

Setelah berkunjung ke masjid Namira, pengunjung atau masyarakat juga bisa berwisata religi di Indonesian Islamic Art Museum, yang lokasinya juga tidak jauh dari masjid Namira. Indonesian Islamic Art Museum terletak di kompleks Wisata Bahari Lamongan, Jl. Raya Paciran (Ex. Tanjung Kodok) 

Indonesian Islamic Art Museum, Wisata Religi yang Dekat dengan Masjid Namira

Indonesian Islamic Art Museum Wisata Bahari Lamongan
Indonesian Islamic Art merupakan museum Islam pertama di Indonesia yang memiliki koleksi benda-benda bersejarah terlengkap dimulai dari peninggalan kerajaan Islam Turki Ottoman, Mugal India, China dan berbagai kesultanan Islam  di Indonesia. 

Indonesian Islamic Art Museum memiliki tiga zona utama, yaitu Auido Visual Room yang menyajikan film animasi sejarah Islam, Galery Kolek, dan Diorama Room yang memiliki banyak area photo spot yang keren.
Indonesian Islamic Art Museum juga merupakan satu-satunya museum di Indonesia yang sudah berbasis Teknologi Informasi bernama Augmented Reality, yang dapat di unduh para pengunjung melalui playstore. Dengan mendownlad aplikasi Augemnted Reality Indonesian Islamic Art Museum, pengunjung bisa melihat gambar-gambar yang tertempel di dinding museum menjadi 3 Dimensi. 

Sementara itu, harga tiket Indonesian Islamic Art Museum adalah 10.000 ribu ketika weekday, dan 15.000 ketika weekend. Museum buka mulai pukul 08:00 sampai 17:00 WIB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar